Ketidak utuhan pemahamn terhadap persoalan2 lingkungan hidup mengakibatkan terjadinya ketidak seimbangan, ketidak utuhan gera'an-gera'an perlawanan terhadap proses penghancuran yang dilakukan secara sistematis oleh "tangan2 dewa syiwa". Realitasnya di belahan timur sekelompok masyarakat melakukan upaya2 kecil (membuat pembibitan, menanam pohon, menanam kesadaran pada anak2 PAUD, menanam pohon di hutan2 batas desa dg batas hutan produksi guna menyelamatkan mata air yang tersisa) dll, sementara di belahan barat sana puluhan chainsaw membabi buta melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap hak2 atas kokohnya tegakan pohon angrit dan ki hujan. Mereka melakukan itu dengan bebas tanpa perlawanan yang berarti. hanya seorang mang ipin dan mang ujang dengan segala keterbatasannya yang menjadi simbolisasi perlawanan terhadap brutalnya para monster yang membabi buta membubuhi pohon2 itu. Teriakan mereka berdua laksana "PIIT NGEUNDEUK-NGEUNDEUK PASIR" .... semoga Hyang Kersa mendengar teriakan mereka dan menurunkan malaikat2nya melalui hati dan fikiran orang2 yang terpilih dan diberkati ..... amiiiin ..... semoga Kau tak tuli Tuhan