dampak kenaikan harga BBM mulai kerasa. minimal untuk beli makanan di warung, rata-rata naeknya 500 sampe 1000 rupiah.
dari sini bisa keliatan bahwa struktur ekonomi kita, pembangunan, semua titik dan garis dalam hidup keseharian kita dibangun pada satu landasan: energi fosil.
beberapa forum membahas analisis kwik kian gie, yang bilang bahwa BBM sebetulnya ngga perlu naek. lepas dari benar atau salah analisis pak kwik, atau niat pemerintah (apapun itu), saya berdoa semoga minyak cepat habis, atau minimal sudah tidak ekonomis lagi untuk ditambang.
mahalin aja harganya. ikutin harga pasar dunia (sekalian aherat kalo perlu). kalo ngga gitu, kita mungkin ngga akan mikir-mikir alternatif energi.
tapi jadi inget obrolan sama pencari kayu bakar di Tangkuban, dulu waktu BBM naek jadi 4500: "keun we jang, leuweung lega keneh" (heug !!!)
Tags:
Share
-
▶ Reply to This