Kembali ke tanah ini
Pembaru tekad
Anugrah alam dan langkah.
Membangun berjuta pohon rindang
Engkau cakrawala hati
(Pohon Kemesraan, Leo Kristi)
Papandayan Sebuah …..
Cagar Alam Gunung Papandayan yang berada di wilayah Kabupaten Garut merupakan salah satu benteng pertahanan hutan tropis yang ada di Jawa Barat. Keanekaragaman hayati berupa flora dan fauna yang ada di kawasan ini merupakan harta karun yang tak ternilai harganya terutama dimata masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Papandayan. Kekayaan sumberdaya alam yang dimilikinya merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan ini.
Salah satu fungsi yang paling menonjol dan sangat berkaitan erat dengan aktifitas sehari-hari masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan ini adalah fungsi hidrologis dimana keberadaan hutan yang ada di kawasan ini merupakan daerah tangkapan air (catchment area) bagi beberapa mata air yang dimanfaatkan keberadaannya oleh penduduk yang tinggal di sekitar kaki gunung Papandayan. Selain itu kawasan hutan gunung Papandayan juga merupakan hulu sungai bagi beberapa sungai yang ada di wilayah Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung. Beberapa sungai yang berasal dari kawasan ini antara lain adalah Sungai Cibeureum Gede, Sungai Ciparugpug, Sungai Cisaroni, Sungai Cibatu Gede, Sungai Cijulang, Sungai Ciherang Sungai, Cihanjuang, Sungai Cilameta, Sungai Cisasak Dua, Sungai Ciarjuna, Sungai Cibatarua, Dll
Mengingat begitu strategis dan vitalnya keberadaan serta fungsi Cagar Alam Gunung Papandayan terutama bagi masyarakat yang berdiam di daerah-daerah sekitarnya, maka setiap bentuk ancaman yang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi Cagar Alam Gunung Papandayan merupakan ancaman terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakatnya.
Salah satu bentuk ancaman serius yang baru saja terjadi adalah terjadinya kebakaran hutan yang melanda kawasan hutan gunung Papandayan dan sekitarnya. Beberapa daerah diantaranya blok Edelweiss, blok Bungbrun, lereng Timur Lawang Angin, lereng Utara hulu sungai Cibeureum Gede, lereng Barat menuju daerah Tibet, lereng Utara menuju Tegal Paku dan Gunung Puntang, lereng Barat dan Selatan menuju Pondok Saladah merupakan daerah-daerah yang dilanda kebakaran dengan tingkat kerusakan yang bervariasi mulai dari tingkat ringan sampai rusak sesuai dengan kondisi medan, kemiringan lereng, kerapatan vegetasi, karakteristik sebaran api, faktor cuaca, faktor pemicu sebaran api dan faktor-faktor lainnya.
Terbangunnya Sebuah Kesadaran
Pasca kebakaran yang menghanguskan 68 hektar hutan diakhir September 2007, telah membangunkan kesadaran bagi masyrakat desa sekitarnya akan kelestarian alam. Dengan diinisiasi oleh Rekapala Garut, dan didukung oleh komponen masyarakat lainnya (Kelompok Pecinta Alam, LSM Lingkungan, Relawan Bencana, ORARI dll) bahu membahu melakukan upaya-upaya penanggulangan kebakaran hutan ini sesuai dengan kapasitas dan daya dukung yang dimilikinya.
Di awal Tahun baru 2008, kita coba menabur benih harapan dengan digelarnya Operasi Rehabilitasi lahan Eks kebakaran tahap 1. Untuk tahap 2 telah terjadi sebuah fenomena menarik yang bisa jadi sumber inspirasi (kalau bisa).
Menurut kami itu sangat menarik karena , kegiatan rehabilitasi lahan tahap 2 ini pelaksanaannya bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi (21 – 23 Maret 2008) ini, diawali dengan diskusi dan kontempalsi tentang “Gerakan Lingkungan dalam Paradigma Islam” mencoba menggali kembali nilai-nilai agmis dari upaya pelestarian alam. Deni Jasmara (Eksekutif Daerah Walhi Jabar) dan Ustadz Mamat (anggota DPRD Garut Fraksi Partai Keadilan Sejahtera) saling bersinergi membangun kesadaran kita tentang bahaya global warming dan bencana ekologis serta semangat-semangat islam dalam menjaga lingkungan.
Berkat bantuan bibit pohon dari PT Chevron Garu dan bibit yang diperoleh dari proses alami yang ada di CA Papandayan, sejengkal demi sejengkal lahan yang terbakar itu pun ditanami. Hasilnya, dari 68 Ha lahan yang terbakar hampir 30 ha yang telah berhasil ditanami. Uniknya bukan hanya pihak-pihak yang diundang saja yang menanam, tapi pengunjung pun turut berpartipasi, bahu membahu
Daftar partisipan
Masyarakat Kp. Pasir Sereh Ds. Sirnajaya Kec. Cisurupan Garut, Masyarakat Kp. Pasir Talang Ds. Sirnajaya Kec. Cisurupan Garut, Masyarakat Kp. Cisero, Lemah Neundeut, Ciseupan dan kampung-kampung lain yang ada di wilayah Ds. Cisurupan dan Ds. Kramat Wangi Kec. Cisurupan Garut, H. Bustomi (PT. CHEVRON), Atep Hardali, SH (Dewan Kehormatan REKAPALA/Himpunan Pelestari Hutan Andalan) – Garut, H. Roni “Bonong” Nuroni, ST (Dewan Penyantun REKAPALA Garut), Adam Sulaeman (anggota DPRD Garut Fraksi PKB), Ustadz Mamat (anggota DPRD Garut Fraksi Partai Keadilan Sejahtera), Franz Limiart (Zocha Graha Kriya Garut), Keluarga Besar Sanding-107 Garut, Millenium Game Station Garut, WALHI Jawa Barat, REKAPALA Garut, Komunitas RAWAYAN – Garut, Mitra Cai Kp. Pasir Sereh Desa Sirnajaya Kec. Cisurupan-Garut, Oi BPK Cisurupan, Komunitas Ilalang-Bekasi, Kelompok Masyarakat Penggerak Pariwisata (KOMPEPAR) Cisurupan, LAMETA-Cisurupan, HASTA Cisurupan, Partai Keadilan Sejahtera Ranting Cisurupan, HPA SAVANA Garut, UKM PA GERHANA FISIP UNIGA, KPA PAGAR Garut, Forum Terbuka Kerusakan Hutan Garut, KPA MAPALSI Bekasi, KPA AKARAPALA Jakarta, Kelompok Pemerhati Lingkungan (KPL) ANGSANA IPB Bogor, PPA JENGGALA Garut, M.A.T. Bekasi, PALAPA Jakarta, GEO Cikarang, RAPALA Bekasi, BFH Jakarta, RODRAS Jakarta, IMAPELA STKIP Garut, MAPAH Cisurupan Garut, T’BING (Trail Bingung) Garut, KPA RAJAWALI Garut, LP3I Bekasi, dan banyak lagi yang tidak tersebutkan